Senin, 04 April 2011

CHEESE..CHEESE...

Wah, kali ini saya ingin berbagi keju… :D
Keju selain lezat, sehat, halal dan juga banyak manfaatnya. Dari beberapa hasil penelitian mengkonsumsi keju dapat mengurangi gejala sindrom pra menstruasi dan memperkuat tulang. Kandungan beragam mineral yang tinggi pada keju sangat baik untuk melindungi gigi dari karies, ini dikarenakan unsur tadi dapat memperkuat mineralisasi email pada gigi.
Konon sebagian besar orang menduga bahwa keju pertama kali dibuat di daerah Timur Tengah. Menurut sebuah legenda Arab, seorang pengembara berkelana dengan kudanya sambil membawa susu dalam tempat minumnya. Setelah beberapa jam, ternyata susu itu telah terpisah menjadi gumpalan putih dan cairan berwarna pucat. Ternyata hal itu disebabkan oleh tempat minum yang terbuat dari perut sapi yang mengandung enzim yang dapat menggumpalkan susu, cahaya matahari yang terik dan gerakan kuda selama berkelana. Tanpa mengetahui hal itu, si pengembara mencicipi cairan dan gumpalan itu, dan menganggap rasanya enak.^^
Mungkin belum banyak yang tahu bahwa keju banyak macamnya, oleh karena itu rasa keju pada pizza beda dengan keju pada snack ringan rasa keju. Jenis keju sangat beragam di seluruh dunia. Beberapa diantaranya:
Keju Segar (Fresh Cheese)
Mozzarella termasuk keju segar(fresh) yang tidak mengalami proses pematangan. Dibuat dari susu kambing atau lembu yang rendah lemak. Biasanya digunakan pada pizza.
Mozzarella

Mozarella pizza
Selain itu ada juga Philadelphia dari Amerika, Ricotta, dan Mascarpone dari Italia. Keju2 ini tidak begitu asin, berbentuk seperti krim, dan tidak terlalu awet.

Keju Ricotta berasal dari Italia. Keju lunak dari susu sapi ini teksturnya sangat rapuh. Kandungan lemaknya termasuk tinggi, mencapai 65 %. kombinasi rasa yang gurih dan lezat dengan aroma harum menjadikan terasa pas dipadukan dengan aneka masakan pasta Italia seperti Lasagna dan Spaghetti.
Keju Lunak (Soft Cheese)
Keju lunak memiliki tekstur yang lembut dan empuk. Brie termasuk kategori soft cheese dari Prancis. Ciri khas keju ini adalah kulit luarnya berwarna putih dan bagian dalamnya lembut meleleh. Aromanya tajam dan kandungan lemaknya tinggi (45%). Brie sangat cocok dipakai sebagai bahan campuran salad, dimakan dengan buah olive maupun pickle.
Brie cheese
Camembert adalah Keju lunak dari Prancis, pertama kali di buat pada abad ke-18 di desa Normandia. Camembert terbuat dari susu sapi, teksturnya sangat lembut dengan warna creamy yellow. Keju ini mengandung lemak antara 45% – 50%. Selain enak digado atau sebagai table cheese, juga cocok untuk campuran omelette, isi souffle, pancake atau apple pie.
Cammembert cheese

Keju Iris Semi Keras
Pada jenis ini walaupun agak empuk, jika diiris memiliki bentuk yang tetap. Contohnya Bel Paese dari Italia. Sebagian besar blue cheese termasuk golongan ini, misalnyaStilton dari Inggris, Gorgonzola dari Italia, Roquefort dari Perancis, dll.

Blue cheese
Kenapa Blue? Karena dalam pembuatannya menggunakan jamur biru, jadi terlihat bintik2 biru pada kejunya...Rasanya lebih tajam dan asin, aroma menyengat yang keluar dari keju ini berasal dari bakteri yang dimasukkan ke dalam proses pembuatan kejunya.
Keju iris.
Jenis yang terkenal misalnya Edamer dan Gouda dari Belanda, serta Cheddar dari Inggris. Keju Kraft yang kita kenal di Indonesia adalah juga jenis Cheddar.
Cheddar. Salah satu jenis keju asal Inggris yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Rasanya yang lezat dengan aroma tidak terlalu tajam menjadikan cheddar cocok digunakan untuk masakan apa saja. Sajian casseroles, soup, isi sandwich dan salad terasa lebih lezat dengan penambahan keju ini. Cheddar mengandung lemak 48% dengan masa pemeraman 9-24 bulan.
Cheddar
Edam. Salah satu keju asal Belanda yang popular. Teksturnya keras dengan aroma mirip kacang. Kandungan lemak keju ini sekitar 40%. Yang membedakan dengan keju lain adalah kemasannya yang selalu terbungkus lapisan sejenis lilin berwarna merah. Edam sangat cocok untuk campuran kue kering seperti aneka cookies atau taburan pada hidangan panggang.


Edam cheese
Keju Keras (Hard Cheese)
Dalam proses pembuatannya, gumpalan keju dipotong menjadi bagian yang sangat halus, kira-kira sebesar butiran gandum. Masa pematangan keju jenis ini minimal 3 bulan.
Keju yang sangat keras kadang dimatangkan sampai 3 tahun, dan biasa dinikmati dengan cara diparut, misalnya Parmesan dari Italia. Contoh lain dari keju keras adalah Emmentaler dari Swiss.
Swiss cheese
Kejunya bolong2 bukan karena digigit tikus..hehe. Tapi memang ciri khas keju Swiss ini adalah memiliki banyak rongga.
Parmesan. Salah satu jenis keju keras dari kota Parma, Italia. Pada umumnya berbentuk silinder dengan warna kuning muda. Teksturnya keras, cocok untuk keju parut. Aroma Parmesan cukup tajam karena proses pemeraman yang cukup lama, antara 14 bulan sampai 4 tahun. Keju ini sangat cocok untuk taburan pizza, soup maupun olahan aneka pasta. Kandungan lemak keju sekitar 61%
Ada juga jenis keju yang mudah meleleh, contohnya yaitu Emmenthaler dan Gouda yang sudah disebutkan diatas. Ada pula keju yang memiliki bentuk-bentuk yang unik, biasanya merupakan daya tarik yang dibuat oleh produsen keju tersebut.


Gambar berbagai keju

Caciocavallo cheese (Kacho cheese, Cavallo is the meaning of the horse) 
Gouda cheese

Cumin cheese

Gouda with garlic bread
Varian of cheese

uumm yummy... ^.^




Senin, 04 April 2011

CHEESE..CHEESE...

Wah, kali ini saya ingin berbagi keju… :D
Keju selain lezat, sehat, halal dan juga banyak manfaatnya. Dari beberapa hasil penelitian mengkonsumsi keju dapat mengurangi gejala sindrom pra menstruasi dan memperkuat tulang. Kandungan beragam mineral yang tinggi pada keju sangat baik untuk melindungi gigi dari karies, ini dikarenakan unsur tadi dapat memperkuat mineralisasi email pada gigi.
Konon sebagian besar orang menduga bahwa keju pertama kali dibuat di daerah Timur Tengah. Menurut sebuah legenda Arab, seorang pengembara berkelana dengan kudanya sambil membawa susu dalam tempat minumnya. Setelah beberapa jam, ternyata susu itu telah terpisah menjadi gumpalan putih dan cairan berwarna pucat. Ternyata hal itu disebabkan oleh tempat minum yang terbuat dari perut sapi yang mengandung enzim yang dapat menggumpalkan susu, cahaya matahari yang terik dan gerakan kuda selama berkelana. Tanpa mengetahui hal itu, si pengembara mencicipi cairan dan gumpalan itu, dan menganggap rasanya enak.^^
Mungkin belum banyak yang tahu bahwa keju banyak macamnya, oleh karena itu rasa keju pada pizza beda dengan keju pada snack ringan rasa keju. Jenis keju sangat beragam di seluruh dunia. Beberapa diantaranya:
Keju Segar (Fresh Cheese)
Mozzarella termasuk keju segar(fresh) yang tidak mengalami proses pematangan. Dibuat dari susu kambing atau lembu yang rendah lemak. Biasanya digunakan pada pizza.
Mozzarella

Mozarella pizza
Selain itu ada juga Philadelphia dari Amerika, Ricotta, dan Mascarpone dari Italia. Keju2 ini tidak begitu asin, berbentuk seperti krim, dan tidak terlalu awet.

Keju Ricotta berasal dari Italia. Keju lunak dari susu sapi ini teksturnya sangat rapuh. Kandungan lemaknya termasuk tinggi, mencapai 65 %. kombinasi rasa yang gurih dan lezat dengan aroma harum menjadikan terasa pas dipadukan dengan aneka masakan pasta Italia seperti Lasagna dan Spaghetti.
Keju Lunak (Soft Cheese)
Keju lunak memiliki tekstur yang lembut dan empuk. Brie termasuk kategori soft cheese dari Prancis. Ciri khas keju ini adalah kulit luarnya berwarna putih dan bagian dalamnya lembut meleleh. Aromanya tajam dan kandungan lemaknya tinggi (45%). Brie sangat cocok dipakai sebagai bahan campuran salad, dimakan dengan buah olive maupun pickle.
Brie cheese
Camembert adalah Keju lunak dari Prancis, pertama kali di buat pada abad ke-18 di desa Normandia. Camembert terbuat dari susu sapi, teksturnya sangat lembut dengan warna creamy yellow. Keju ini mengandung lemak antara 45% – 50%. Selain enak digado atau sebagai table cheese, juga cocok untuk campuran omelette, isi souffle, pancake atau apple pie.
Cammembert cheese

Keju Iris Semi Keras
Pada jenis ini walaupun agak empuk, jika diiris memiliki bentuk yang tetap. Contohnya Bel Paese dari Italia. Sebagian besar blue cheese termasuk golongan ini, misalnyaStilton dari Inggris, Gorgonzola dari Italia, Roquefort dari Perancis, dll.

Blue cheese
Kenapa Blue? Karena dalam pembuatannya menggunakan jamur biru, jadi terlihat bintik2 biru pada kejunya...Rasanya lebih tajam dan asin, aroma menyengat yang keluar dari keju ini berasal dari bakteri yang dimasukkan ke dalam proses pembuatan kejunya.
Keju iris.
Jenis yang terkenal misalnya Edamer dan Gouda dari Belanda, serta Cheddar dari Inggris. Keju Kraft yang kita kenal di Indonesia adalah juga jenis Cheddar.
Cheddar. Salah satu jenis keju asal Inggris yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Rasanya yang lezat dengan aroma tidak terlalu tajam menjadikan cheddar cocok digunakan untuk masakan apa saja. Sajian casseroles, soup, isi sandwich dan salad terasa lebih lezat dengan penambahan keju ini. Cheddar mengandung lemak 48% dengan masa pemeraman 9-24 bulan.
Cheddar
Edam. Salah satu keju asal Belanda yang popular. Teksturnya keras dengan aroma mirip kacang. Kandungan lemak keju ini sekitar 40%. Yang membedakan dengan keju lain adalah kemasannya yang selalu terbungkus lapisan sejenis lilin berwarna merah. Edam sangat cocok untuk campuran kue kering seperti aneka cookies atau taburan pada hidangan panggang.


Edam cheese
Keju Keras (Hard Cheese)
Dalam proses pembuatannya, gumpalan keju dipotong menjadi bagian yang sangat halus, kira-kira sebesar butiran gandum. Masa pematangan keju jenis ini minimal 3 bulan.
Keju yang sangat keras kadang dimatangkan sampai 3 tahun, dan biasa dinikmati dengan cara diparut, misalnya Parmesan dari Italia. Contoh lain dari keju keras adalah Emmentaler dari Swiss.
Swiss cheese
Kejunya bolong2 bukan karena digigit tikus..hehe. Tapi memang ciri khas keju Swiss ini adalah memiliki banyak rongga.
Parmesan. Salah satu jenis keju keras dari kota Parma, Italia. Pada umumnya berbentuk silinder dengan warna kuning muda. Teksturnya keras, cocok untuk keju parut. Aroma Parmesan cukup tajam karena proses pemeraman yang cukup lama, antara 14 bulan sampai 4 tahun. Keju ini sangat cocok untuk taburan pizza, soup maupun olahan aneka pasta. Kandungan lemak keju sekitar 61%
Ada juga jenis keju yang mudah meleleh, contohnya yaitu Emmenthaler dan Gouda yang sudah disebutkan diatas. Ada pula keju yang memiliki bentuk-bentuk yang unik, biasanya merupakan daya tarik yang dibuat oleh produsen keju tersebut.


Gambar berbagai keju

Caciocavallo cheese (Kacho cheese, Cavallo is the meaning of the horse) 
Gouda cheese

Cumin cheese

Gouda with garlic bread
Varian of cheese

uumm yummy... ^.^